serpihan puisi pendek-
Teruntuk yang tercinta
Kubuat surat penuh emosional ini di masa muda
Ketika mendengar dentingan piano merdu seorang Yiruma
Di tengah malam yang dingin dan penuh rasa lelah karena mengejar asa
Pertama,
Untuk seseorang yang jauh dari kata sempurna
Pemilik wajah dan hati penuh misteri
Ketika ada selalu dihiasi tawa
Ketika sendiri menangis meratapi
Tak perlu simpati semu
Apalagi empati munafik
Penyesalan yang percuma
Mengharapkan kebahagiaan dari sosok biasa
Kubuat surat penuh emosional ini di masa muda
Ketika mendengar dentingan piano merdu seorang Yiruma
Di tengah malam yang dingin dan penuh rasa lelah karena mengejar asa
Pertama,
Untuk seseorang yang jauh dari kata sempurna
Pemilik wajah dan hati penuh misteri
Ketika ada selalu dihiasi tawa
Ketika sendiri menangis meratapi
Tak perlu simpati semu
Apalagi empati munafik
Penyesalan yang percuma
Mengharapkan kebahagiaan dari sosok biasa
Comments
Post a Comment