Penggalan Ke-Puitis-an Hati ke-11


Secarik kertas penuh makna
Ketika raga tak mampu untuk menerpa
Dan aku ingat keahlianku hanya ada dalam wujud tulisan
Ketika suatu malam aku menulis,
Hadirlah ilusi warna membentuk wujud seorang manusia
Kamu tau itu siapa?
Ya mungkin saja kamu salah satu orang beruntung
Aku sungguh orang yang menyerupai batu
Aku juga sungguh orang yang tidak punya pintu
Tapi ketika aku memimpikan delusi warna yang memberiku harapan
Akan ada gelombang laut yang hadir memberi tumpangan
Tanpa sadar dan tanpa upaya
Aku meraih hati tanpa perlu pemikiran matang
Jika saja aku seorang logika
Tak perlu waktu lama aku berada
Jika saja aku menurut pada kata-kata dunia
Aku akan terus menjadi seorang yang gemar berbesar kepala
Kala itu,
Ketika senja bertahap menuju malam penuh kelam
Aku ragu untuk yakin
Satu tangga hingga beratus-ratus tangga kita lalui
Kita tumbuh menjadi sepasang manusia yang menanam rasa percaya
Tepat malam ini,
Ketika bulan tepat berada di pertengahan langit
Rupanya ada jiwa yang bertambah usia
Satu tahun menuju puncak usia belasan
Bukan harapan klise yang aku katakan
Bukan pula harapan idealis yang ku lontarkan
Semoga hadirmu mampu memberi perubahan
Semoga juga hadirmu mampu menerangi kegelapan
Semoga kamu menjadi kamu yang lebih baik di setiap keadaan
Semoga di akhir puncak usia belasan,membuat kamu tau arti kedewasaan
Satu hal yang harus aku katakan bahwa hampir tidak ada doa yang terlewatkan
Untuk mendoakanmu,kawan!
Selamat mencapai tanggung jawab yang besar!

Comments

Popular Posts