Penggalan dari Ke-Puitis-an Hati
Baru-baru ini saya banyak menemukan inspirasi untuk bagian ke-puitis-an ini.sekedar iseng karena memang dari dulu suka bikin hal-hal yang puitis.Namun,semenjak sibuk dengan kegiatan sekolah hal itu selalu terhalang oleh keterbatasan.
Sebenarnya ini bahkan tidak layak dinamakan puisi atau bagian dari karya sastra.karena memang saya masih awam tentang hal-hal yang berbau sastra untuk saat ini.masih banyak yang harus saya baca dan pelajari dari hal yang merupakan salah satu hobi saya ini,yaitu menulis.
Daripada banyak cincang-cincongan unfaedah,mending cabs aja langsung yuk! : )
Kau,kau,kau,dan kau
Kau,kau,kau,dan kau
tanpa sadar aku belum
mampu menghilangkan bayangmu
aku tidak melakukan
kesalahan yang besar kan?
tanpa sadar aku belum
mampu menerima kenyataan bahwa
dunia begitu realistis
dan segalanya bersifat temporer
dalam hal ini,dirimu
aku tau,aku memang harus
bersyukur
tapi apa aku tidak boleh
berharap untuk memiliki sedikit lebih banyak waktu?
aku bahkan tidak tau apa
kau selama ini menaruh harapan padaku
setelah semua yang kita
lalui
dengan mudahnya semua
itu menjadi puing-puing debu
untukmu,
Segitu dulu deh,ya;)
saya akan kembali dengan Penggalan Ke-Puitis-an Hati di lain hari.
Segitu dulu deh,ya;)
saya akan kembali dengan Penggalan Ke-Puitis-an Hati di lain hari.
Comments
Post a Comment